MAKASSAR – Aksi demonstrasi memperingati satu tahun pemerintahan SBY-Boediono mulai memanas. Sejumlah mahasiswa di Makassar pun mulai bertindak anarkis.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ratusan mahasiswa dari Universitas Hasanuddin menggelar aksi di depan kampusnya, Jalan Perintis Kemerdekaan. Dalam aksi itu, mereka menutup akses jalan raya dengan barisan massa dan kayu.
Selain itu, para mahasiswa juga memalangkan sebuah mobil yang sebelumnya mereka sandera dari pengemudi, sehingga lalu lintas pun semakin lumpuh. Bahkan, mereka juga menghancurkan lampu merah yang terpampang di simpang jalan dekan kampus. Para mahasiswa terus berorasi menuntut Presiden SBY mundur dari jabatannya.
Kendati demikian, tidak nampak aparat kepolisian yang berseragam lengkap turut mengawal aksi. Para mahasiswa hanya diawasi oleh segelintir aparan yang berpakaian preman.
Selain di Universitas Hasanuddin, aksi juga berlangsung di sejumlah titik. Di antaranya Universitas Muslim Indonesia, Universitas Negeri Makassar, Universitas Islam Negeri Alauddin, dan di flyover Makassar.
Sebagaimana diketahui, bentrokan antara mahasiswa dan petugas keamanan kembali pecah pada Selasa kemarin. Sehari sebelumnya bentrokan terjadi di Jalan Urip Sumoharjo, kemarin di depan Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM).
Sekitar dua jam, ratusan mahasiswa UNM saling lempar batu melawan personel Samapta dan Brimob Polda Sulselbar di Jalan Raya Pendidikan. Sedikitnya lima polisi menjadi korban luka akibat lemparan batu dari mahasiswa.
Memang sebagai warga negara Indonesia yag baik kita harus turut memperhatikan tentang kinerja dari pemerintah kita. Tetapi sebagai pelajar yang bisa di katakan senior, apakah hal tersebut layak dilakukan orang yang berpendidikan. Sebagai orang yang menyandang predikat pelajar, banyak cara untuk menyalurkan aspirasi kita ke pemerintah seperti ormas-ormas yang banyak berkembang. Lihatlah akibat dari perbuatan para mahasiswa, sekarang ini anak-anak smp pun ikut di dalam tawuran baik itu antar sekolah atau antar golongan. Bayangkan bila adik atau kakak mereka yang ikut di dalam tawuran itu lalu pulang didalam kantung mayat, apakah yang para mahasiswa itu rasakan? Marah, benci, tapi pada siapa? Tentunya pada diri sendirilah jawabannya karena hal tersebut terjadi akibat pelajaran-pelajaran tawuran yang di berikan seorang kakak kepada adiknya lewat aksi-aksi yang dianggap mahasiswa sebagai pahlawan. Jika mereka ingin dianggap menjadi pahlawan seperti peristiwa trisakti pada zaman pemerintahan Soeharto, pahamilah dulu kesalahan yang di buat pemerintah serta pahamilah dulu tuntutan mereka. Karena kebanyakan mahasiswa yang tawuran tidak mengerti duduk perkara sebenarnya, mereka hanya memiliki darah muda yang selalu ingin menunjukan diri. Ini terbukti dari pencoretan mobil-mobil dinas pemerintah yang bahkan para karyawan pemerintah ini juga tidak mengerti apa-apa, karena merekapun hanya mencari nafkah dari bekerja kepada pemerintah.
Ada dosenku yang pernah memberikan lelucon yang menyangkut keberanian pemuda Indonesia. Dia berkata “Jika suatu saat nanti Indonesia membutuhkan pasukan, Indonesia tidak perlu mengadakan wajib militer karena di Indonesia banyak pemuda-pemuda yang berani mati, hal ini terbukti dari banyaknya tawuran yang telah di pupuk dari tingkat smp”.
Senin, 22 November 2010
Penyebab Kesiangan dan trick mengatasinya
penyebab bangun kesianagn
1.
Kekurangan waktu rata-rata untuk tidur, orang dewasa membutuhkan sedikitnya 6 jam untuk istirahat, atau menurut kesehatan adalah 8 jam.
2.
Kelelahan tubuh. Seseorang yang terlalu memaksakan tubuh dapat membuat tubuh harus beristirahat lebih lama dari waktu yang seharusnya.
3.
Kelelahan pikiran. Kelelahan pikiran bisa berakibat kepada khayalan yang tersumbat, sehingga seseorang bisa saja tidur tanpa bermimpi yang mengakibatkan orang keterusan tidur. Karena di dalem setiap orang ada pengingat waktu alami.
solusi
1.
Tidur lah 8 jam sebelum waktu yang anda inginkan untuk bangun. Misalnya anda berniat bangun jam 5 pagi, usahakan anda tidur pada jam 9 pagi. Selain membuat anda tidak kesiangan juga anda telah mengistirahatkan tubuh untuk hari-hari selanjutnya.
2.
Jika anda biasa tidur malam rata-rata dibawah 7 jam, pasanglah jam weker di agak jauh dari jangkauan tetapi terdengar jelas oleh anda. Kareana jika anda letakkan di dekat jangkauan anda, maka pada saat fase anda bangun tidur (antara mimpi dan realita) anda bisa saja mematikan weker lalu tertidur kembali
3.
Jika anda tetap sulit untuk bangun, cobalah minta bantuan orang di tempat tinggal anda yang anda ketahui biasa bangun pagi supaya membangunkan anda.
1.
Kekurangan waktu rata-rata untuk tidur, orang dewasa membutuhkan sedikitnya 6 jam untuk istirahat, atau menurut kesehatan adalah 8 jam.
2.
Kelelahan tubuh. Seseorang yang terlalu memaksakan tubuh dapat membuat tubuh harus beristirahat lebih lama dari waktu yang seharusnya.
3.
Kelelahan pikiran. Kelelahan pikiran bisa berakibat kepada khayalan yang tersumbat, sehingga seseorang bisa saja tidur tanpa bermimpi yang mengakibatkan orang keterusan tidur. Karena di dalem setiap orang ada pengingat waktu alami.
solusi
1.
Tidur lah 8 jam sebelum waktu yang anda inginkan untuk bangun. Misalnya anda berniat bangun jam 5 pagi, usahakan anda tidur pada jam 9 pagi. Selain membuat anda tidak kesiangan juga anda telah mengistirahatkan tubuh untuk hari-hari selanjutnya.
2.
Jika anda biasa tidur malam rata-rata dibawah 7 jam, pasanglah jam weker di agak jauh dari jangkauan tetapi terdengar jelas oleh anda. Kareana jika anda letakkan di dekat jangkauan anda, maka pada saat fase anda bangun tidur (antara mimpi dan realita) anda bisa saja mematikan weker lalu tertidur kembali
3.
Jika anda tetap sulit untuk bangun, cobalah minta bantuan orang di tempat tinggal anda yang anda ketahui biasa bangun pagi supaya membangunkan anda.
aku dua tahun yang akan datang
Kalau di tanya aku 2 tahun yang akan mendatang, mungkin aku akan menjawab aku masih disini di Universitas tercintaku. Sepertinya aku tidak akan seperti teman-teman ku yang mungkin akan melangsungkan wisuda 2 tahun lagi. Hal ini terjadi karena kelalaian saya di semester-semester awal yang sudah saya sesali sejak lama. Jadi 2 tahun lagi saya masih akan mengurus pengulangan-pengulangan dan perbaikan-perbaikan nilai saya.
Tapi bila di tanya apa yang akan saya lakukan ketika lulus, saya akan menjawab saya ingin bekerja sesuai dengan bidang yang saya kehendaki. Saya ingin sekali bekerja sebagai karyawan di bidang vendor game, entah itu game online ataupun offline karena saya sangat menyukai game. Tapi hidup saya tidak selalu diisi dengan game. Saya punya satu lagi cita-cita yaitu jika dari uang gaji saya telah terkumpul modal yang memadai saya ingin sekali mendirikan sekolah bagi anak-anak jalanan khususnya di bidang komputer dan teknologi. Karena menurut saya anak-anak jalanan tidak selamanya harus menjadi gelandangan.
Demikianlah mimpi saya jika lulus nanti. Oh ya yang paling penting adalah saya ingin membahagiakan kedua orang tua saya yang telah bersusah payah membiayai saya, dengan cara menjadi orang yang berguna bagi orang lain.
Tapi bila di tanya apa yang akan saya lakukan ketika lulus, saya akan menjawab saya ingin bekerja sesuai dengan bidang yang saya kehendaki. Saya ingin sekali bekerja sebagai karyawan di bidang vendor game, entah itu game online ataupun offline karena saya sangat menyukai game. Tapi hidup saya tidak selalu diisi dengan game. Saya punya satu lagi cita-cita yaitu jika dari uang gaji saya telah terkumpul modal yang memadai saya ingin sekali mendirikan sekolah bagi anak-anak jalanan khususnya di bidang komputer dan teknologi. Karena menurut saya anak-anak jalanan tidak selamanya harus menjadi gelandangan.
Demikianlah mimpi saya jika lulus nanti. Oh ya yang paling penting adalah saya ingin membahagiakan kedua orang tua saya yang telah bersusah payah membiayai saya, dengan cara menjadi orang yang berguna bagi orang lain.
sosok presiden 2014
Saya tidak ingin mengambil sosok presiden dari kalangan parpol , karena jika dari kalangan tersebut akan sama saja jadinya, makin lah memburuk negara ini. karena telah banyak kenyataan yang membuktikan bahwa sosok presiden yang diambil dari kalangan parpol itu tidak dapat membawa negara ini menuju kemakmuran.
Presiden itu harus bisa membaur dengan masyarakat sekitar, bisa memperbaiki pembangunan di masa sekarang yang semakin hancur karena terlalu banyak oknum-oknum yang mengkorupsi duit rakyat, kalau saja tidak ada korupsi di negara ini mungkin saja negara kita telah maju dan melewati pintu keterpurukan.
Menjadi presiden itu memang tidak mudah, harus mengemban tugas negara, memperbaiki bangsa ini , dan yang paling sulit dari tugas tugas presiden itu adalah membuat rakyat mentaati dan mematuhi perintah atau larangan yang sudah dibuat. Contohnya sangat mudah, jika kita dijalan banyak orang yang memakai kenddaraan bbermotor menyalip lampu merah dan melawan arah, tidak kalahnya dengan kendaraan bermotor kendaraan roda empat pun sering banyak melakukan kesalahan . Jika menginginkan presiden yang sesuai dengan kemauan kita, alangkah baiknya kita memperbaiki dirii kita terlebih dahulu sebelum kita menyalahkan orang lain,pemerintah, maupun presiden yang telah memimpin negeri kita ini.
Jadi, marilah kita berdoa agar pemimpin kita yang sudah ada menjadi lebih baik lagi dari sebelumnyya, dan jika memang nanti presiden kita akan digantikan oleh sosok presiden yang lain kita juga harus mendoakan agar sosok tersebut dapat memimpin negara ini menuju kemakmuran dan kesejahteraan.
Presiden itu harus bisa membaur dengan masyarakat sekitar, bisa memperbaiki pembangunan di masa sekarang yang semakin hancur karena terlalu banyak oknum-oknum yang mengkorupsi duit rakyat, kalau saja tidak ada korupsi di negara ini mungkin saja negara kita telah maju dan melewati pintu keterpurukan.
Menjadi presiden itu memang tidak mudah, harus mengemban tugas negara, memperbaiki bangsa ini , dan yang paling sulit dari tugas tugas presiden itu adalah membuat rakyat mentaati dan mematuhi perintah atau larangan yang sudah dibuat. Contohnya sangat mudah, jika kita dijalan banyak orang yang memakai kenddaraan bbermotor menyalip lampu merah dan melawan arah, tidak kalahnya dengan kendaraan bermotor kendaraan roda empat pun sering banyak melakukan kesalahan . Jika menginginkan presiden yang sesuai dengan kemauan kita, alangkah baiknya kita memperbaiki dirii kita terlebih dahulu sebelum kita menyalahkan orang lain,pemerintah, maupun presiden yang telah memimpin negeri kita ini.
Jadi, marilah kita berdoa agar pemimpin kita yang sudah ada menjadi lebih baik lagi dari sebelumnyya, dan jika memang nanti presiden kita akan digantikan oleh sosok presiden yang lain kita juga harus mendoakan agar sosok tersebut dapat memimpin negara ini menuju kemakmuran dan kesejahteraan.
Kamis, 14 Oktober 2010
PERANAN SISTEM INFORMASI DALAM PENDIDIKAN
Peranan sistem informasi beberapa tahun belakangan ini berkembang dengan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga dengan perkembangan ini telah mengubah pandangan masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi, yang tidak lagi terbatas pada informasi surat kabar, audio visual dan elektronik, tetapi juga sumber-sumber informasi lainnya yang salah satu diantaranya melalui jaringan Internet.
Salah satu bidang yang mendapatkan dampak yang cukup berarti dengan perkembangan sistem ini adalah bidang pendidikan, dimana pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada peserta didik yang berisi informasi-informasi pendidikan, yang memiliki unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi, media sebagai sarana penyajian ide, gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik itu sendiri (Oetomo dan Priyogutomo, 2004), beberapa bagian unsur ini mendapatkan sentuhan media teknologi informasi, sehingga mencetuskan lahirnya ide tentang e-learning (Utomo, 2001)
e-Learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer (Soekartawi, 2003).
Karena itu e-learning sering disebut juga dengan on-line course. Dalam berbagai literature e-learning tidak dapat dilepaskan dari jaringan Internet, karena media ini yang dijadikan sarana untuk penyajian ide dan gagasan pembelajaran. Namun dalam perkembangannya masih dijumpai kendala dan hambatan untuk mengaplikasikan sistem e-learning ini, antara lain :
(a) Masih kurangnya kemampuan menggunakan Internet sebagai sumber pembelajaran;
(b) Biaya yang diperlukan masih relativ mahal untuk tahap-tahap awal;
(c) Belum memadainya perhatian dari berbagai pihak terhadap pembelajaran melalui Internet dan
(d) Belum memadainya infrastruktur pendukung untuk daerah-daerah tertentu (Soekartawi, 2003).
Selain kendala dan hambatan tersebut di atas, kelemahan lain yang dimiliki oleh sistem elearning ini yaitu hilangnya nuansa pendidikan yang terjadi antara pendidik dengan peserta didik, karena yang menjadi unsur utama dalam e-learning adalah pembelajaran.
Maka dengan melihat kelemahan dan kekurangan tersebut, para ahli berusaha menjawab fenomena ini dengan mengembangkan sistem e-education. Sistem ini telah didiskusikan secara aktif pada beberapa dekade terakhir ini. Pengembangan sistem e-education ini telah memberi inspirasi untuk mengembangkan e-media secara optimal guna percepatan pemerataan layanan pendidikan kepada masyarakat (Oetomo dan Priyogutomo, 2004).
Dimana selain masyarakat memperoleh pendidikan melalui pendidikan formal, juga didukung oleh pendidikan melalui emedia,sebagai wujud dari pendidikan yang mandiri.
e-Education dengan pemanfaatan e-media, juga ditujukan untuk mengatasi persoalan elearning, dimana e-media dapat dijadikan alternative terdekat jika tidak ada koneksi ke Internet.
Demikian penjelasan saya tentang peranan system informasi di dalam pendidikan, teryatta system informasi itu sngatlah penting di dalam kehidupan sehari-hari kita, bukan hanya didalam pedidikan namun di bidang bisnin,ekonomi,accounting dan sebagainya.
Salah satu bidang yang mendapatkan dampak yang cukup berarti dengan perkembangan sistem ini adalah bidang pendidikan, dimana pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses komunikasi dan informasi dari pendidik kepada peserta didik yang berisi informasi-informasi pendidikan, yang memiliki unsur-unsur pendidik sebagai sumber informasi, media sebagai sarana penyajian ide, gagasan dan materi pendidikan serta peserta didik itu sendiri (Oetomo dan Priyogutomo, 2004), beberapa bagian unsur ini mendapatkan sentuhan media teknologi informasi, sehingga mencetuskan lahirnya ide tentang e-learning (Utomo, 2001)
e-Learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer (Soekartawi, 2003).
Karena itu e-learning sering disebut juga dengan on-line course. Dalam berbagai literature e-learning tidak dapat dilepaskan dari jaringan Internet, karena media ini yang dijadikan sarana untuk penyajian ide dan gagasan pembelajaran. Namun dalam perkembangannya masih dijumpai kendala dan hambatan untuk mengaplikasikan sistem e-learning ini, antara lain :
(a) Masih kurangnya kemampuan menggunakan Internet sebagai sumber pembelajaran;
(b) Biaya yang diperlukan masih relativ mahal untuk tahap-tahap awal;
(c) Belum memadainya perhatian dari berbagai pihak terhadap pembelajaran melalui Internet dan
(d) Belum memadainya infrastruktur pendukung untuk daerah-daerah tertentu (Soekartawi, 2003).
Selain kendala dan hambatan tersebut di atas, kelemahan lain yang dimiliki oleh sistem elearning ini yaitu hilangnya nuansa pendidikan yang terjadi antara pendidik dengan peserta didik, karena yang menjadi unsur utama dalam e-learning adalah pembelajaran.
Maka dengan melihat kelemahan dan kekurangan tersebut, para ahli berusaha menjawab fenomena ini dengan mengembangkan sistem e-education. Sistem ini telah didiskusikan secara aktif pada beberapa dekade terakhir ini. Pengembangan sistem e-education ini telah memberi inspirasi untuk mengembangkan e-media secara optimal guna percepatan pemerataan layanan pendidikan kepada masyarakat (Oetomo dan Priyogutomo, 2004).
Dimana selain masyarakat memperoleh pendidikan melalui pendidikan formal, juga didukung oleh pendidikan melalui emedia,sebagai wujud dari pendidikan yang mandiri.
e-Education dengan pemanfaatan e-media, juga ditujukan untuk mengatasi persoalan elearning, dimana e-media dapat dijadikan alternative terdekat jika tidak ada koneksi ke Internet.
Demikian penjelasan saya tentang peranan system informasi di dalam pendidikan, teryatta system informasi itu sngatlah penting di dalam kehidupan sehari-hari kita, bukan hanya didalam pedidikan namun di bidang bisnin,ekonomi,accounting dan sebagainya.
indahnya indonesia tanpa korupsi
Sewaktu saya bekerja sebagai tenaga pengajar di suatu sekolah yang sedikit tertinggal dari sekolah lain pada umumnya,saya merasa iba melihat kondisi sekolah yang orang bilang “ala kadarnya”. Karena, di kota yang sebesar ini dan di era yang bisa di bilang modern ini masih ada saja sekolah yang tertinggal baik dari segi fisik, fasilitas penunjang yang sangat minim dan akses menuju sekolahnya yang harus di tempuh dengan berjalan kaki sejauh 1 sampai 1,5 km, atau bisa juga menggunakan trasportasi ojek dengan biaya yang relatif mahal untuk ukuran anak sekolah. Betapa tidak, karena sekolah yang siswanya hanya berjumlah kurang lebih sekitar 58 siswa itu keseluruhannya berasal dari kalangan keluarga dengan keterbatasan ekonomi yang cukup membuat kita terenyuh, terutama saya sendiri pada khususnya yang berada di antara mereka.
Ironis memang jika mengingat dan melihat pembangunan struktur kota yang bisa dikatakan berkembang cukup pesat. tetapi masih ada satu hal besar yang sering terabaikan dimana hal tersebut justru adalah merupakan aset terpenting untuk dapat mengembangkan dan memajukan bangsa ini,
Ya benar, hal itu adalah Pendidikan.
PENDIDIKAN, bagi sebagian masyarakat Indonesia khususnya masyarakat perkotaan pasti sangat mengenal dan sering mendengar istilah Pendidikan. Tetapi hanya sebagian kecil dari mereka yang paham benar arti penting dan nilai Pendidikan itu sendiri dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Lain halnya dengan masyarakat pedesaan yang masih sangat jauh tertinggal dari masyarakat perkotaan baik dari segi ekonomi, dan masalah pendidikan itu sendiri.
Dikarenakan minimnya tenaga pengajar yang kurang pensosialisasian. Hal tersebut disebabkan oleh dua faktor besar yang saling menyalahkan. Pertama adalah kurangnya perhatian pemerintah terhadap tenaga pengajar. Kedua kurangnya nasioanlisme dari masyarakat Indonesia itu sendiri. Menyebabkan Sumber Daya Manusia dan Pendidikan yang kurang merata sehingga masih banyak daerah yang belum tersentuh dengan baik, khususnya pedesaan yang masih memegang budaya lama, dengan istilah “sumur, dapur dan kasur” yang sangat diskriminatif terhadap kaum hawa.
Jika pemerintah bisa memeratakan pendidikan di seluruh daerah di Indonesia sampai ke pelosok daerahnya, maka kemungkinan untuk Indonesia menemukan titik terang untuk berkembang menjadi negara maju semakin terbuka lebar.
Masyarakat tidak hanya sebatas mengenal kata “pendidikan dan program pendidikan wajib belajar 12th”. Tetapi mengerti dan memahami pentingnya pendidikan untuk pembangunan, menata hidup, meningkatkan taraf hidup untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat dan Negara pada umumnya.
Tetapi apa yang kita lihat, dengar dan rasakan berbanding terbalik.
Buktinya ???
Sekarang jika saya boleh bertanya kepada anda, berapa banyak siswa berprestasi dari latar belakang keluarga kurang mampu yang dapat melanjutkan sekolah dan berapa banyak siswa berprestasi dari latar belakang keluarga mampu yang dapat melanjutkan sekolah??? Ditambah dewasa ini pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar 200 triliun rupiah dari APBN untuk Dana Pendidikan.
Tapi justru sekarang lebih banyak siswa yang berprestasi ataupun sekedar mampu untuk sekolah yang berlatar belakang keluarga mampu atau lebih dari cukup yang mampu melanjutkan sekolah. Dan yang membuat saya merasa prihatin adalah anak-anak yang tidak mempergunakan fasilitas menunjang dari latar belakang keluarga mampu untuk bersekolah dengan baik. Padahal di luar sana masih banyak anak-anak Indonesia yang terpaksa putus sekolah karena kendala materil maupun moril dari pihak internal maupun eksternal yang sesungguhnya anak itu kapabilitasnya sama atau bahkan melebihi kapabilitas dari anak-anak yang berlatar belakang keluarga mampu.
Lalu kemana larinya 200 Triliun yang sudah dianggarkan Negara untuk pendidikan?
Kemana?
Kenapa masih saja ada anak putus sekolah, padahal sudah jelas Negara menganggarkan 200 Triliun untuk pendidikan?
Timbul kecurigaan terhadap adanya “Penyelewengan Dana” yang membuat dana tersebut tidak tersalurkan dengan baik sehingga pendidikan kurang merata.
Siapakah pelaku Penyelewengan Dana tersebut???
Bahwasannya masyarakat pada umumnya hanya mengetahui yang mampu melakukan penyelewengan dana adalah orang-orang pemerintahan yang memiliki kekuasaan dan kekuatan dalam artian jabatan dan uang, ditambah bobroknya moral dan akidah akhlah dari manusia itu sendiri yang melakukannya baik terpaksa ataupun dengan senang hati dan mengabaikan kaidah agama.
Seperti yang terkandung dalam ayat-ayat berikut:
Dalam islam Islam disebutkan :
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya. Hendaklah penulis di antara kalian menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya…” (QS al-Baqarah [2]: 282).
” Siapa saja yang berbuat curang, maka pada Hari Kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu. (QS Ali Imran [3]: 161).
Dalam agama Kristen disebutkan :
”Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” (1Ti 6:10).
Lain halnya dalam agama Buddha
Di dalam Anguttara Nikaya IV:285, Buddha menjelaskan
Ditthadhammikatthapayojana (hal-hal yang berguna pada saat sekarang), yang intinya menganjurkan seseorang untuk rajin dan bersemangat dalam mencari nafkah dengan cara yang benar, dengan pergaulan yang baik sehingga ia tidak mudah terjerumus ke lingkungan yang buruk. Dengan sikap hidup yang penuh semangat dan rajin, tentunya seseorang tidak akan mudah untuk melakukan tindakan korupsi.
Ironis memang jika mengingat dan melihat pembangunan struktur kota yang bisa dikatakan berkembang cukup pesat. tetapi masih ada satu hal besar yang sering terabaikan dimana hal tersebut justru adalah merupakan aset terpenting untuk dapat mengembangkan dan memajukan bangsa ini,
Ya benar, hal itu adalah Pendidikan.
PENDIDIKAN, bagi sebagian masyarakat Indonesia khususnya masyarakat perkotaan pasti sangat mengenal dan sering mendengar istilah Pendidikan. Tetapi hanya sebagian kecil dari mereka yang paham benar arti penting dan nilai Pendidikan itu sendiri dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Lain halnya dengan masyarakat pedesaan yang masih sangat jauh tertinggal dari masyarakat perkotaan baik dari segi ekonomi, dan masalah pendidikan itu sendiri.
Dikarenakan minimnya tenaga pengajar yang kurang pensosialisasian. Hal tersebut disebabkan oleh dua faktor besar yang saling menyalahkan. Pertama adalah kurangnya perhatian pemerintah terhadap tenaga pengajar. Kedua kurangnya nasioanlisme dari masyarakat Indonesia itu sendiri. Menyebabkan Sumber Daya Manusia dan Pendidikan yang kurang merata sehingga masih banyak daerah yang belum tersentuh dengan baik, khususnya pedesaan yang masih memegang budaya lama, dengan istilah “sumur, dapur dan kasur” yang sangat diskriminatif terhadap kaum hawa.
Jika pemerintah bisa memeratakan pendidikan di seluruh daerah di Indonesia sampai ke pelosok daerahnya, maka kemungkinan untuk Indonesia menemukan titik terang untuk berkembang menjadi negara maju semakin terbuka lebar.
Masyarakat tidak hanya sebatas mengenal kata “pendidikan dan program pendidikan wajib belajar 12th”. Tetapi mengerti dan memahami pentingnya pendidikan untuk pembangunan, menata hidup, meningkatkan taraf hidup untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat dan Negara pada umumnya.
Tetapi apa yang kita lihat, dengar dan rasakan berbanding terbalik.
Buktinya ???
Sekarang jika saya boleh bertanya kepada anda, berapa banyak siswa berprestasi dari latar belakang keluarga kurang mampu yang dapat melanjutkan sekolah dan berapa banyak siswa berprestasi dari latar belakang keluarga mampu yang dapat melanjutkan sekolah??? Ditambah dewasa ini pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar 200 triliun rupiah dari APBN untuk Dana Pendidikan.
Tapi justru sekarang lebih banyak siswa yang berprestasi ataupun sekedar mampu untuk sekolah yang berlatar belakang keluarga mampu atau lebih dari cukup yang mampu melanjutkan sekolah. Dan yang membuat saya merasa prihatin adalah anak-anak yang tidak mempergunakan fasilitas menunjang dari latar belakang keluarga mampu untuk bersekolah dengan baik. Padahal di luar sana masih banyak anak-anak Indonesia yang terpaksa putus sekolah karena kendala materil maupun moril dari pihak internal maupun eksternal yang sesungguhnya anak itu kapabilitasnya sama atau bahkan melebihi kapabilitas dari anak-anak yang berlatar belakang keluarga mampu.
Lalu kemana larinya 200 Triliun yang sudah dianggarkan Negara untuk pendidikan?
Kemana?
Kenapa masih saja ada anak putus sekolah, padahal sudah jelas Negara menganggarkan 200 Triliun untuk pendidikan?
Timbul kecurigaan terhadap adanya “Penyelewengan Dana” yang membuat dana tersebut tidak tersalurkan dengan baik sehingga pendidikan kurang merata.
Siapakah pelaku Penyelewengan Dana tersebut???
Bahwasannya masyarakat pada umumnya hanya mengetahui yang mampu melakukan penyelewengan dana adalah orang-orang pemerintahan yang memiliki kekuasaan dan kekuatan dalam artian jabatan dan uang, ditambah bobroknya moral dan akidah akhlah dari manusia itu sendiri yang melakukannya baik terpaksa ataupun dengan senang hati dan mengabaikan kaidah agama.
Seperti yang terkandung dalam ayat-ayat berikut:
Dalam islam Islam disebutkan :
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kalian bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya. Hendaklah penulis di antara kalian menuliskannya dengan benar. Janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya…” (QS al-Baqarah [2]: 282).
” Siapa saja yang berbuat curang, maka pada Hari Kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu. (QS Ali Imran [3]: 161).
Dalam agama Kristen disebutkan :
”Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” (1Ti 6:10).
Lain halnya dalam agama Buddha
Di dalam Anguttara Nikaya IV:285, Buddha menjelaskan
Ditthadhammikatthapayojana (hal-hal yang berguna pada saat sekarang), yang intinya menganjurkan seseorang untuk rajin dan bersemangat dalam mencari nafkah dengan cara yang benar, dengan pergaulan yang baik sehingga ia tidak mudah terjerumus ke lingkungan yang buruk. Dengan sikap hidup yang penuh semangat dan rajin, tentunya seseorang tidak akan mudah untuk melakukan tindakan korupsi.
Kamis, 30 September 2010
i robot
Kamis, 30 September 2010
Film I Robot
Film ini menceritakan tentang kehidupan manusia pada tahun 2035, dimana teknologi semakin berkembang. Perkembangan yang dirasa sangat bermanfaat yaitu pada teknologi canggih dari robot. Robot di tahun itu bisa di gunakan untuk memudahkan segala aspek kehidupan manusia, dari mulai urusan rumah tangga sampai urusan kantor sekalipun. Tapi secanggih apapun robot dimasa itu, belum ada robot yang bisa memiliki emosi sendiri. Robot- robot tersebut hanya mematuhi perintah dari manusia saja. Robot-robot itu dinamakan “NS 5”. Perusahaan U.S Robotics adalah tempat memproduksi dan mengendaliakan robot NS 5 tersebut. Perusahaan ini dipimpin oleh seseorang yang bernama Lance Robertson.
Suatu hari ilmuan yang bernama Dr. Miles Hogenmiller yang bekerja pada perusahaan U.S Robotics terbunuh, detective Spooner dipercayakan untuk menyelidiki kasus ini. Detective Spooner sangat yakin bahwa pelaku pembunuhan terhadap Dr. Miles Hogenmiller dilakukan oleh robot. Tetapi pendapatnya ditentang oleh banyak pihak dikarenakan robot NS 5 tidak memiliki emosi untuk melakukan pembunuhan dan mereka dibatasi oleh hukum robot yang berlaku. Ternyata dugaan Spooner benar, pelakunya memang robot yang diperintahkan oleh ”VIKI” yaitu sebuah jaringan raksasa yang mengatur semua robot dan sebagian infrastruktur dari kota. Detective Spooner dibantu oleh Seorang spesialis psikologi robot bernama Susan Calvin dan juga oleh sebuah robot yang telah dikembangkan oleh . Miles Hogenmiller bernama ’’Sonny”. Sonny sendiri adalah robot yang telah memiliki emosi bahkan bisa bermimpi, sehingga Sonny tidak bisa di kendalikan oleh VIKI.
Dari film ini kita bisa menyimpulkan bahwa sejalan dengan kemajuan teknologi, manusia diuntungkan dengan kemudahan-kemudahan yang bisa di dapat dari kecanggihan teknologi. Kenyataannya manusia tidak bisa dipisahkan dengan teknologi pada masa ini. Dimulai dengan penggunaan robot untuk memasak bahkan menggunakan robot untuk bekerja. VR yang telah menjadi alat penghubung yang terlihat sangat nyata. Sampai kepada jaringan komputer yang tidak bisa lepas peranannya terhadap perkembangan teknologi dengan cara mengatur para robot serta infrastuktur pada masa itu.
Tidak ada salahnya jika manusia ingin membuat teknologi yang mempermudah cara hidup mereka. Tetapi manusia sendiri harus mulai memberi batasan-batasan terhadap teknologi yang akan mereka buat. Bisa saja terjadi dimana tenologi tersebut akan membawa manusia di ambang kehancuran akibat terlalu mengandalkan teknologi. Manusia jadi malas bergerak karena lebih mengandalkan teknologi. Tetapi kita juga tidak bisa membohongi diri, karena manusia pun memerlukan teknologi untuk mempermudah hidup. Tapi ingat manusia lah yang harus mengatur teknologi, bukan teknologi yang mengatur manusia.
Film I Robot
Film ini menceritakan tentang kehidupan manusia pada tahun 2035, dimana teknologi semakin berkembang. Perkembangan yang dirasa sangat bermanfaat yaitu pada teknologi canggih dari robot. Robot di tahun itu bisa di gunakan untuk memudahkan segala aspek kehidupan manusia, dari mulai urusan rumah tangga sampai urusan kantor sekalipun. Tapi secanggih apapun robot dimasa itu, belum ada robot yang bisa memiliki emosi sendiri. Robot- robot tersebut hanya mematuhi perintah dari manusia saja. Robot-robot itu dinamakan “NS 5”. Perusahaan U.S Robotics adalah tempat memproduksi dan mengendaliakan robot NS 5 tersebut. Perusahaan ini dipimpin oleh seseorang yang bernama Lance Robertson.
Suatu hari ilmuan yang bernama Dr. Miles Hogenmiller yang bekerja pada perusahaan U.S Robotics terbunuh, detective Spooner dipercayakan untuk menyelidiki kasus ini. Detective Spooner sangat yakin bahwa pelaku pembunuhan terhadap Dr. Miles Hogenmiller dilakukan oleh robot. Tetapi pendapatnya ditentang oleh banyak pihak dikarenakan robot NS 5 tidak memiliki emosi untuk melakukan pembunuhan dan mereka dibatasi oleh hukum robot yang berlaku. Ternyata dugaan Spooner benar, pelakunya memang robot yang diperintahkan oleh ”VIKI” yaitu sebuah jaringan raksasa yang mengatur semua robot dan sebagian infrastruktur dari kota. Detective Spooner dibantu oleh Seorang spesialis psikologi robot bernama Susan Calvin dan juga oleh sebuah robot yang telah dikembangkan oleh . Miles Hogenmiller bernama ’’Sonny”. Sonny sendiri adalah robot yang telah memiliki emosi bahkan bisa bermimpi, sehingga Sonny tidak bisa di kendalikan oleh VIKI.
Dari film ini kita bisa menyimpulkan bahwa sejalan dengan kemajuan teknologi, manusia diuntungkan dengan kemudahan-kemudahan yang bisa di dapat dari kecanggihan teknologi. Kenyataannya manusia tidak bisa dipisahkan dengan teknologi pada masa ini. Dimulai dengan penggunaan robot untuk memasak bahkan menggunakan robot untuk bekerja. VR yang telah menjadi alat penghubung yang terlihat sangat nyata. Sampai kepada jaringan komputer yang tidak bisa lepas peranannya terhadap perkembangan teknologi dengan cara mengatur para robot serta infrastuktur pada masa itu.
Tidak ada salahnya jika manusia ingin membuat teknologi yang mempermudah cara hidup mereka. Tetapi manusia sendiri harus mulai memberi batasan-batasan terhadap teknologi yang akan mereka buat. Bisa saja terjadi dimana tenologi tersebut akan membawa manusia di ambang kehancuran akibat terlalu mengandalkan teknologi. Manusia jadi malas bergerak karena lebih mengandalkan teknologi. Tetapi kita juga tidak bisa membohongi diri, karena manusia pun memerlukan teknologi untuk mempermudah hidup. Tapi ingat manusia lah yang harus mengatur teknologi, bukan teknologi yang mengatur manusia.
Langganan:
Postingan (Atom)